Evianita Dewi Fajrianti, Aprilely Ajeng Fitriana
Penyearah terkontrol setengah gelombang adalah rangkaian yang mengkonversikan tegangan AC menjadi DC, dan tujuan penelitian ini adalah untuk memahami prinsip kerja serta karakteristik rangkaian tersebut dengan variasi beban. Penelitian ini memfokuskan pada jenis penyearah yang menggunakan satu dioda sebagai komponen penyearah tak terkontrol dan satu thyristor pada penyearah terkontrol. Metodologi yang digunakan meliputi analisis simulasi rangkaian, dengan pengamatan terhadap arus dan tegangan pada beban resistif dengan beban yang bervariasi. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa arus mengalir pada beban hanya selama siklus positif dan terpengaruh oleh sudut penyalaan thyristor. Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai karakteristik penyearah terkontrol setengah gelombang dan aplikasinya dalam teknik mekatronika, serta membuktikan pentingnya memahami kondisi operasional untuk mendapatkan kinerja optimal dari rangkaian. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa yang mendalami bidang ini dan memberikan pemahaman praktis mengenai prinsip kerja penyearah terkontrol setengah gelombang.
@article{93acab19-35bc-462d-be2d-8952f25ceab8,
title={penyearah terkontrol setengah gelombang},
author={Evianita Dewi Fajrianti and Aprilely Ajeng Fitriana},
year={2026},
language={en}
}TY - JOUR TI - penyearah terkontrol setengah gelombang AU - Evianita Dewi Fajrianti AU - Aprilely Ajeng Fitriana PY - 2026 LA - en ER -
Unknown, Unknown
This chapter discusses metal casting processes, highlighting the diversity and common characteristics among them. The objective is to elucidate the fu
Unknown, Unknown
This study focuses on the fundamental characteristics of solid iron, which is predominantly composed of iron atoms and provides a basis for understand
Ir. Méshac KIME ILUNGA
Ce document traite des procédés métallurgiques spéciaux, en mettant particulièrement l'accent sur l'extraction liquide-liquide, un processus mis au po
Copper solvent extraction units at large hydrometallurgical plants face constraints in metal recovery, phase disengagement, and reagent consumption, d